15Nov 2019

CHARACTERIZATION OF MORPHOLOGY, ANATOMY AND CHLOROPHYLL CONTENT OF POTATO IN VITRO AND IN VIVO

  • Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Andalas University, Padang, Indonesia
  • Abstract
  • Keywords
  • References
  • Cite This Article as
  • Corresponding Author

Potato plants are horticultural crops of vegetables are widely used community for the nutrient content is high enough. Characterizaion of morphology and anatomy and chlorophyll content of plants grown in vitro is different from in vivo. The purpose of this study is to see characterization of morphology, anatomy and chlorophyll content of potato plants in vitro and in vivo. This research has been done on plants tissue culture laboratory of the Faculty of Agriculture and the Basic Laboratory Andalas University, Padang from July to October 2019. Research of the experiment by observing the morphology, anatomy and chlorophyll content of the potato plant. Observations were made of the morphology of the potato plant in vitro and in vivo. For anatomical observations carried out with a microscope and chlorophyll test with a spectrophotometer. The results showed that there were differences in morphology, anatomy and chlorophyll content of the potato plant in vitro to in vivo. Stomata on the upper surface of the leaf are fewer than the bottom of the leaf. Chlorophyll content of the potato plant in vitro less than in vivo


  1. Hawkes, J. G. 1990. The Potato, Evolusion, Biodiversity, and Genetic resources. Balhaven Press. London
  2. 2008. Prospek Pengembangan Budidaya Tanaman Kentang di Indonesia. Geomedia 6(2):43-53
  3. Suwinda R. 2016. Penampilan Morfologi Kentang (Soloanum tuberosum L.) di Sumatera Barat. [Sripsi]. Fakultas Pertanian Universitas Andalas
  4. Sari D C. 2013. Induksi Umbi Mikro Kentang (Solanum tuberosum ) Secara In Vitro pada Suhu Medium dengan Beberapa Konsentrasi Gula [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.
  5. Pandey, B.P. 1982. Palnt Anatomy. S Chand and Company. New Delhi
  6. Fahn, A . 1992. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada Press
  7. Retno,R.S. 2015. Identifikasi Tipe Stomata Pada Daun Tumbuhan Xerofit (Euphorbia splendess), Hidrofit (Ipomea aquatic), dan Mesofit (Hibiscus rosa-sinensis). Florea 2(2):(28-32).
  8. Rompas Y. 2011. Struktur Sel Epidermis dan Stomata Daun Beberapa Tumbuhan Suku Orchidaceae. Jurnal Bioslogos 1(1) : 1-7.
  9. 2004. Guidelines for The Conduct of Test for Distincness, Homogenity and Stability of Potato.? International Union for The Protection of New Varieties of Plants.
  10. Tjitrosoepomo, G., 2004. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada Universiy Press.Yogyakarta, 256p
  11. Salisbury F. B., and C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Translator: ITB Bandung. Terjemahan dari : Plant Physiology.
  12. Handayani T., P. Basunanda, R.H. Murti and E. Sofiari. 2013. Morphological Changes and Tolerance of Potato Plants To Heat Stress.J. Hort. 23(4):318-328
  13. Rukmana R. 2002. Usaha Tani Kentang Sistem Mulsa Plastik. Kanisius. Yogyakarta.
  14. Pitojo S. 2004. Benih Kentang. Kanisius. Yogyakarta. 133p
  15. 2008. Modifikasi Media Pengumbian Kentang dengan Beberapa Zat Penghambat Tumbuh. Jerami Jurnal Agronomi Indonesia. 1(1) : 50 ? 53.
  16. Lestari F.W., E. Suminar and S. Mubarok. Pengujian Berbagai Eksplan Kentang (Solanum tuberosum ) dengan Penggunaan Konsentrasi BAP dan NAA yang berbeda. Jurnal Agro 5(1):66-75
  17. 2007. Kentang dan Analisis Usaha Tani. Kanisius. Yogyakarta. 117p
  18. Sunarjono, H. 2007. Petunjuk Praktis Budidaya Kentang. Agromedia. Jakarta. 110 hal.
  19. Purnomo E., S. W. A. Suedy and S. Haryanti. 2014. Perubahan Morfologi Umbi Kentang Konsumsi (Solanum tuberosum ) Setelah Perlakuan Cara dan Waktu Penyipanan yang Berbeda. Jurnal Biologi 3(1):40-48.
  20. Handayani H.N. and Evita. 2018. Modol Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan: Profesional Sel, Jaringan, Organ. Kementrian Pendidikan dan Kebudiyaan Direktorat Jendral dan Tenaga Kependidikan.
  21. Hidayat E.B. 1995. Anatomi Tumbuhan. Penerbit IPB: Bandung.
  22. Mulyani S. 2006. Anatomi Tumbuhan. Penerbit kasinus: Yogyakarta
  23. A.R. 1987. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah Tropik. Jakarta : PT Gramedia
  24. Nurhidayah, E. Anggarwulan and Solichatun. Kandungan Klorofil pada Daun Tanaman Kentang (Solanum tuberosum ) di Sekitar Kawah Sikidang Dataran Tinggi Dieng. Biosmart. 3(1):35-39.
  25. Sarjani, T. M., Mawardi, E. S. Pandia, and D. Wulandari. 2017. Identifikasi?? morfologi dan anatomi tipe stomata famili piperaceae di Kota Langsa.? Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA (JIPI), 1(2): 182-191.
  26. Djumali and S. Mulyaningsih. 2013. Pengaruh Cekaman Air Terhadap Karakter Fisiologis Tembakau Temanggung dan Kaitannya dengan Hasil dan Kadar Nikotin Rajangan Kering. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri 5(2):78−90.
  27. Hidayati N., M. Mansur, and T. Juhaeti. 2013. Variasi Serapan Karbondioksida (CO2) Jenis-jenis Pohon di ?Ecopark?, Cibodong dan Kaitannya dengan Potensi Mitigasi Gas Rumah Kaca. Bulutin Kebun Raya 16(1):38-50.
  28. Niken A.H and A.Y. Dicky. 2013. Isolasi Amilosa dan Amilopektin dari Pati Kentang. J. Teknologi Kimia dan Industri 2(3):57-62
  29. Sjamsiah, J. Saokani and Lismawati. 2017. Karakteristik Edible film dari Pati Kentang (Solanum tuberosum ) dengan Penambahan Gliserol. J. Al-kimia 5(2):181-192
  30. Koswara, S. 2009. Teknologi Modifikasi Pati. Ebook Pangan. [Online] http://tekpan.unimus.ac.id/wp content/uploads/2013/07/Tekn ologi-Pengolahan-Beras-Teori-dan-Praktek.pdf. Access 22 November 2019 07:51 AM.
  31. Maulida K. E. 2018. Sifat Fisikomia Pati Kentang (Solanum tuberosum ) Varietas Medians Termodifikasi Cross-linking yang Pengaruhi Variasi Konsentrasi Monosodium Phosphate 9 MSP) dan Ketinggian Penanaman yang Berbeda. [Skripsi]. Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik: Universitas Pasundan : Bandung
  32. Prabaningrum, L. 2014. Teknologi Budidaya Kentang di Dataran Medium. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
  33. Sari A.K., S. Indriani, G. Ekowati and J. Batoro. 2017. Keragaman Struktur Butir Amilum, Kadar Tepung, dan Clustering Delapan Taksa Tanaman Berumbi di Desa Simo Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. J. Biotropika 5(1):14-21
  34. Raka I.G.N., K. Khalimi, I.D.N. Nyana and I.K. Siadi. 2012. Aplikasi Rhizobakteri Pantea agglomerans untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays) Varietas Hibrida BISI-2. Agrotrop 2(1):1-9
  35. Ai, N.S. and Y. Banyo. 2011. Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman. J. Ilmiah Sains 11: 166 ? 171.

[Warnita Warnita, Reni Mayerni, Nilla Kristina and Rohmi Suwinda (2019); CHARACTERIZATION OF MORPHOLOGY, ANATOMY AND CHLOROPHYLL CONTENT OF POTATO IN VITRO AND IN VIVO Int. J. of Adv. Res. 7 (11). 243-253] (ISSN 2320-5407). www.journalijar.com


warnita Warnita
Universitas Andalas

Share this article